51 Kata-kata Mutiara Al Quran Dan Artinya

Kata-kata mutiara Al Quran adalah sumber inspirasi kita untuk meraih tujuan, menghadapi rintangan, dan mencapai kesuksesan. Melalui kata-kata mutiara ini, kita dapat memperoleh kekuatan dan motivasi untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Berikut ini adalah beberapa contoh kata-kata mutiara Al Quran dan artinya yang dapat memotivasi kita dalam berbagai aspek kehidupan:

1. “Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Yusuf: 87)
Artinya, jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa kepada Allah, karena rahmat-Nya selalu ada untuk kita.

2. “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan jalan keluar baginya.” (QS. At-Talaq: 2-3)
Artinya, jika kita selalu taat pada Allah, maka Dia akan membuka jalan bagi kita untuk keluar dari masalah atau rintangan yang kita hadapi.

3. “Sesungguhnya setiap kesulitan pasti ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5)
Artinya, jika kita sabar dan tetap berusaha, maka pasti ada jalan keluar dari kesulitan yang kita hadapi.

4. “Tiada yang memberatkan seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286)
Artinya, Allah tidak memberikan ujian atau beban yang melebihi kemampuan kita.

5. “Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Artinya, jika kita sabar dan tawakal pada Allah, maka Dia akan senantiasa bersama kita dalam menghadapi segala tantangan kehidupan.

6. “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Artinya, jika kita ingin merubah keadaan hidup kita, maka kita harus merubah diri kita sendiri terlebih dahulu dan berusaha untuk menjadi lebih baik.

7. “Perbaikilah urusan duniamu, niscaya Allah akan memperbaiki urusan akhiratmu.” (HR. Ibn Majah)
Artinya, jika kita fokus untuk memperbaiki urusan dunia kita dengan cara yang baik, maka Allah akan memperbaiki urusan akhirat kita.

8. “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka akan terang baginya cahaya antara dua Jumat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat dapat menjadi penambah keberkahan dan membawa cahaya kehidupan kita.

9. “Dan apa saja yang kamu berikan dengan suka hati, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 272)
Artinya, setiap kebaikan yang kita lakukan dengan ikhlas dan suka hati akan dihitung oleh Allah sebagai amal kebaikan kita.

10. “Dan janganlah engkau memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)
Artinya, jangan sombong dan angkuh, karena Allah tidak menyukai sikap seperti itu.

11. “Dan orang-orang yang sabar dan bertawakal kepada Tuhan mereka, mereka itulah orang-orang yang benar-benar beruntung.” (QS. Al-Anfal: 2)
Artinya, jika kita sabar dan tawakal pada Allah, maka kita akan menjadi orang yang benar-benar beruntung.

12. “Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih hati, karena kamu pasti menang jika kamu beriman.” (QS. Ali Imran: 139)
Artinya, jangan takut dan bersedih hati, karena jika kita memiliki iman yang kuat, maka pasti kita akan menang dalam menghadapi segala tantangan hidup.

13. “Dan Allah tidak akan memberi beban kepada seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia akan memberikan kemudahan sesudah kesulitan.” (QS. At-Talaq: 7)
Artinya, jika kita menghadapi kesulitan, jangan berputus asa, karena Allah akan memberikan kemudahan bagi kita setelah melewati kesulitan.

14. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu berlaku adil dan berbuat ihsan kepada orang-orang yang berdekatan (denganmu), dan Dia melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS. An-Nahl: 90)
Artinya, Allah memerintahkan kita untuk berlaku adil dan memperlakukan orang lain dengan baik, serta menjauhi perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan.

15. “Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim)
Artinya, jika kita mengajak orang untuk berbuat baik, maka kita akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengerjakannya.

16. “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)
Artinya, kita harus menjadi orang yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari perbuatan yang tidak baik.

17. “Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merusak di bumi.” (QS. Al-A’raf: 56)
Artinya, jangan merusak bumi dan lingkungan sekitar kita, melainkan kita harus menjaganya dengan baik.

18. “Dan janganlah kamu memakan harta sesamamu di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu membawa urusan harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebahagian harta orang lain dengan (jalan) yang tidak benar.” (QS. Al-Baqarah: 188)
Artinya, janganlah kita melakukan kecurangan dan merampas hak orang lain dalam memperoleh harta.

19. “Dan janganlah kamu merasa lelah dan janganlah kamu berduka cita, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)
Artinya, jangan merasa lelah dan bersedih hati, karena jika kita memiliki iman yang kuat, maka kita adalah orang yang paling tinggi derajatnya.

20. “Dan janganlah kamu memaksakan kehendakmu kepada orang lain, karena kamu akan menyebabkan mereka menjadi benci kepadamu.” (QS. Al-Baqarah: 256)
Artinya, jangan memaksakan kehendak kita kepada orang lain, karena hal itu dapat menyebabkan mereka menjadi benci kepada kita.

21. “Sesungguhnya waktu manusia itu berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (QS. Al-Asr: 1-3)
Artinya, waktu hidup manusia itu sangat berharga, maka jangan menyia-nyiakannya, melainkan lakukanlah kebaikan dan saling menasihati untuk kebaikan dan kesabaran.

22. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11)
Artinya, jika kita ingin merubah nasib kita, maka kita harus merubah diri kita sendiri terlebih dahulu.

23. “Barangsiapa yang berjihad maka sesungguhnya dia berjihad untuk dirinya sendiri, karena sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak butuh kepada makhluk-Nya).” (QS. Al-Ankabut: 6)
Artinya, berjihad itu adalah untuk kebaikan diri kita sendiri, karena Allah tidak membutuhkan kita.

24. “Dan janganlah kamu mempersekutukan Allah dengan yang lain, karena itu akan menghancurkan