Avometer / Multi tester

Pada semua barang yang ditentukan mempuhyai ukuran besar kecil, panjang-pendek, kuat lemah dan sebagainya. Untuk menetukan satu barang dapat dikatakan besar, lebih besar ataupun lebih besar lagi tentu masih kurang akurat dan penilaiannya setiap orang akan berbeda. Dalam hal ini untuk mengatasi masalah-masalah tersebut diperlukan suatu standar yang sama untuk menentukan ukuran dari barang yaitu: Dengan menggunakan alat ukur. Jadi dapat disimpulkan bahwa alat ukur adalah merupakan alat pembanding yang standar. Pada umumnya satu alat ukur hanya digunakan untuk mengukur satu-satuan ukur saja, tetapi ada juga satu alat ukur digunakan untuk mengukur beberapa satuan ( Contoh: Ampere, volt meter dan Ohm meter yang sering disebut multi tester ( Avometer).

Avometer adalah alat ukur yang multi guna untuk mengukur ( Ampere, Volt, Ohm ) dan sebagian orang menyebut Multi Tester.


Mengukur hambatan / tahanan (Ohm meter)

  • Pastikan bahwa hambatan yang akan diukur tidak dialiri arus dan tidak mempunyai hubungan dengan hambatan yang lain.
  • Posisikan selector (rotary switch) pad skala ohm
  • Set pointer pada posisi 0 (nol) dengan menyetel zero ohm adjuster (kedua test pin dihubungkan)
  • Pasang ohm meter parallel dengan hambatan yang akan diukur
  • Pembacaan besarnya hambatan yang diukur adalah sesuai dengan skala pada selector dan pointernya

Mengukur tegangan (volt meter)
  • Mengetahui kira-kira besarnya tegangan yang akan diukur
  • Mengetahui sumber tegangannya DC atau AC. Bila sumbernya adalah DC maka harus diketahui kutub (+) atau kutub (-)
  • Posisikan selektor (rotary switch) pada skala volt (DC volt atau AC volt)
  • Posisikan skala selektor diatas atau lebih besar dari tegangan yang akan diukur 
  • Set pointer pada posisi 0 (nol) dengan menyetel zero point adjusting screw
  • Pasang volt meter parallel dengan sirkuit yang akan diukur
  • Pembacaan besarnya tegangan yang akan diukur adalah sesuai dengan skala pada selektor (rotary switch)
Mengukur arus (Ampere meter)
  • Mengetahui kira-kira besarnya arus yang akan diukur
  • Mengetahui sumber tegangannya DC atau AC. Bila sumbernya adalah DC maka harus diketahui sumbernya (+) atau (-). Pada umumnya avometer hanya untuk mengukur arus DC yang kecil (0-500 mA)
  • Posisikan selektor (rotary switch) pada skala ampere
  • Set pointer pada posisi 0 (nol) dengan menyetel zero point adjusting screw
  • Pasang ampere meter serie dengan sirkuit yang akan diukur
  • Pembacaan besarnya arus yang akan diukur adalah ssesuai dengan skala pada selektor (rotary switch)
Penggunaan / perawatan
  • Pilihlah jarak pengukuran yang tepat. Contoh untuk mengukur tegangan battery kering 1.5 volt, gunakan skala ukur DC 2.5 volt.
  • Mengukur nilai yang tidak diketahui, mulailah dengan jarak ukur yang tertinggi. Sesudahnya rotary switch bisa diatur untuk mendapatkan ketepatan bacaan.
  • Hindari avometer dari goncangan / getaran dan jangan disimpan di temperatur tinggi atau kelembaban tinggi.
  • Hindarilah avometer terbakar karena salah aplikasi
  • Jika penyetelan 0 ohm tidak didapat, gantilah batterainya (2x1.5 volt)
  • Fuse akan putus bila AC 100 volt atau lebih secara tidak sengaja disalurakan ke tester dengan skala slektor switch pada posisi pengukuran arus. Gantilah dengan fuse cadangan.

Post a Comment

0 Comments

close